


ladies clothes,fashion design,bikini,underwear,sexy fashion,hot underwear,panty,thong,new bra,bra,bikini kontes
|
|
|---|
|
|
|
|
|---|




Metrogaya - Seiring perkembangan dalam dunia fashion, tampilan batik kian bergaya. Ini dapat dilihat pada koleksi terbaru yang ditampilkan Drupadi Premium Batik Collection pada akhir pekan kemarin di graha Miracle MH Thamrin, Surabaya. Dengan sentuhan modern sarat kreativitas, Drupadi Batik mempersembahkan busana batik elegan untuk wanita.
Bertajuk 'Precious Women' koleksi terbaru butik milik Lisa Purwadi tersebut mampu mengubah mindset kekunoan batik. Terdapat 16 busana batik yang ditampilkan. Ke-16 batik yang diperagakan model-model itu menampilkan motif batik dari Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Lasem, Tuban, dan Sidoarjo. "Motif batik tiap daerah memiliki perbedaan masing-masing. Selain memiliki keindahan, motif tersebut juga memiliki makna, pesan, dan harapan," jelas Lisa.
Batik Jogja Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya, seperti Sidomukti, Sidoluhur, motif garuda, tumbuhan yang mengandung makna permohonan agar hidupnya berkecukupan atau mukti. Sedangkan motif Parang merupakan simbol penyemangat perang di Jogja/Surakarta. Batik Cirebonan lebih beraneka warna dan menggunakan unsur-unsur warna lebih cerah. Batik Sidoarjo tampil dengan warna yang lebih berani menjadikannya berani tampil beda tidak terikat pakem.
Untuk tampilan design, Drupadi memilih design yang ringan, simple dengan warna-warna segar sampai pada tampilan elegan vintage. "Kita berharap fenomena cinta batik tidak hanya sebatas tren sesaat tapi makin banyak wanita yang mencintai batik karena pesonanya," simpul wanita berparas cantik ini. Ke sumbernya
|
Rutinitas kantor ternyata membawa beberapa dampak negatif bagi kesehatan. Bila tidak diatasi,
pekerjaan dapat memicu penyakit ringan seperti pilek hingga penyakit berat seperti jantung dan gangguan emosional.
Agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik, berikut cara melakukan pekerjaan rutin dengan meminimalkan serangan penyakit, seperti dikutip dari Shine.
Meja kerja kotor
Toilet duduk di kantor rata-rata memiliki 49 jenis kuman per inci persegi. Desktop memiliki rata-rata 21 ribu kuman penyakit per inci persegi. Untuk menghindari infeksi kuman misalnya E. coli, bersihkan semua peralatan yang Anda gunakan bekerja, termasuk telepon dan keyboard komputer setiap hari.
Lingkungan menjemukan
Tidak banyak pemandangan alam dan tanaman hijau yang bisa Anda nikmati saat di kantor. Menurut penelitian University of Michigan di Ann Arbor, kantor yang memiliki tanaman hijau dalam pot memberikan ketenangan bagi para pekerja. Tingkat stres di lingkungan kantor dengan tanaman hijau juga lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memiliki tanaman.
Duduk, membungkuk, mengetik
Posisi ini menyebabkan banyak ketegangan, terutama pada bagian bawah punggung. Posisi monoton selama berjam-jam juga rentan memicu stres. Shirley Archer, penulis 'Fitness 9 to 5:Easy Exercises for the Working Week' memberikan solusi untuk mencegahnya.
Genggam tangan Anda di belakang punggung bawah, lalu angkat tangan sejajar dada. Tahan selama beberapa detik dan lepaskan. Lakukan gerakan ini minimal sekali satu jam bila Anda harus sering duduk di depan komputer.
Camilan
Setiap karyawan sepertinya akrab dengan saling berebut camilan kue, biskuit dan gorengan yang ada setiap harinya di kantor. Untuk menghindari keinginan untuk mengemil tidak sehat di kantor, usahakan membawa makanan ringan sendiri seperti potongan buah dan sayur, yogurt atau makanan ringan bar buah-buahan. (hs)
JAKARTA, KOMPAS.com — Anak perempuan lebih ceriwis? Ah, tidak juga. Sebab, keceriwisan anak tidak ada sangkut pautnya dengan gender, tapi bergantung pada karakter, lingkungan, dan pola asuh. Anak laki-laki ataupun perempuan sama-sama bisa jadi anak ceriwis.
Anak laki-laki bisa ceriwis jika tinggal di lingkungan yang orang-orangnya senang berekspresi secara verbal. Si perempuan boleh jadi menjadi seorang pendiam bila ia dibesarkan di lingkungan yang tidak talkative.
Kepribadian juga berperan dalam menentukan, apakah anak ceriwis atau tidak. Anak dengan kepribadian extrovert (terbuka) umumnya lebih banyak bicara dibandingkan dengan yang introvert (tertutup). "Ini bisa terjadi pada perempuan maupun laki-laki," papar Ceti Prameswari, MPsi, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia.
Hal yang perlu diingat, biarkanlah kepribadian anak berkembang apa adanya. Jadi, jika anak tidak ceriwis, kita tidak perlu memaksakan anak menjadi ceriwis. "Mentang-mentang kita tahu ciri anak cerdas salah satunya adalah ceriwis, maka kita mati-matian mengasah agar anak menjadi ceriwis," tukas Ceti.
Itu jelas tidak benar karena yang terjadi bisa sebaliknya, anak akan semakin tutup mulut. Hal yang mungkin dilakukan adalah memberikan stimulus agar anak yang tadinya sangat pendiam menjadi sedikit terbuka.
Caranya dengan membiasakan agar ia dapat mengungkapkan isi pikirannya secara wajar. Tapi, ingat lho, ini bukan untuk memaksakan ia menjadi anak yang ceriwis atau senang bercakap-cakap.


|
|
|
|---|